Ada Apa di Dalam Ka’bah?

Ada Apa di Dalam Ka’bah – Informasi tentang Ka’bah Ini adalah rumah pertama di bumi dari antara rumah-rumah Allah dan terletak di tengah-tengah Rumah Suci. Ka’bah adalah bangunan berbentuk kubus dengan sisi-sisinya berbentuk persegi. Hanya memiliki satu pintu yang terbuka tiga kali setahun, dan panjangnya sekitar 15 meter kubik.

Ada Apa di Dalam Ka'bah

Pasca dakwah Rasulullah, Ka’bah dibangun pertama kali setelah dibongkar karena Yazid bin Muawiyah, dan Abdullah bin Al-Zubayr membangun Ka’bah dari tahun 64 H 683 M sampai tahun 65 H 684 M pada tahun cara yang sama seperti tuan kita Ibrahim, saw. Ka’bah dibangun kembali pada tahun 1040 H/1630 M pada masa pemerintahan Sultan Murad.

Hal ini disebabkan turunnya semburan besar yang terjadi di Makkah Al-Mukarramah pada tahun 1039 H 1629 M, dan terjadi runtuhnya tembok Levant dan sebagian besar tembok barat dan timur runtuh. Ini karena semburan mencapai kerah lentera di dalam Ka’bah, dan Ka’bah direnovasi di tangan para insinyur Mesir, dan inilah bentuk Ka’bah sekarang.

baca juga ; Sejarah candi Budha

Berapa tinggi Ka’bah dan lebarnya Terdiri dari apakah Ka’bah dari luar? Ka’bah terdiri dari sebuah kubus dengan luas 188 meter, terdapat bangunan-bangunan kecil di sekeliling Ka’bah, jumlah bagian Ka’bah ada 13, dan setiap bagian memiliki nama tertentu.

Selain itu, ada apa di dalam Ka’bah.  Hajar Aswad adalah salah satu batu surga, dan umat Islam mulai melakukan thawaf dari batu ini, dan batu tersebut dicium selama thawaf.

Pintu Ka’bah terletak di sisi timur Ka’bah, panjangnya sekitar 3 meter dan lebar pintu Ka’bah kurang dari dua meter, pintu Ka’bah diperindah belakangan ini.

Talang, dan itu ditemukan di batu Ismail, dan hujan turun darinya di atap Ka’bah .Itu disebut selokan rahmat, dan terbuat dari emas murni dan berada di atap Ka’bah. Al-Shazrawan, yaitu marmer miring yang mengelilingi Ka’bah dari semua sisi kecuali pintu Ka’bah.

Al-Hatim, yang merupakan batu Ismail as, dan dinamai karena pemisahan batu dari Ka’bah ketika sedang dibangun oleh orang Quraisy.

Wajib, dan tempat ini wajib untuk jalan-jalan dan penjahat bersembunyi di dalamnya untuk melindungi mereka dari hukuman karena polisi tidak bisa masuk ke tempat ini.

Kuil tuan kami Ibrahim, yang merupakan batu yang terpisah dari Ka’bah dan berisi jejak kaki tuan kami Ibrahim ketika dia memanggil umat Islam untuk melakukan haji.

Sudut kedelapan, yang merupakan sudut terpenting Ka’bah, dan merupakan sudut Hajar Aswad, karena memanjang dari atas Ka’bah hingga ke bawahnya, dan dimulai dari sana perjalanan para jamaah haji.

Sudut Yaman terletak di sebelah kanan Ka’bah, dan itu disebut Yaman, dan sekarang menjadi hak Ka’bah. Begitu pula sudut Shami, yang merupakan arah Syam, sehingga disebut al-Shami, dan nama ini kuno.

Sudut Irak, yang merupakan sudut kesebelas, yang merupakan arah Irak, dan dinamai menurut nama jalur ziarah di masa lalu. Sudut Ka’bah yang paling terkenal dan terlihat adalah tirai Ka’bah, dan orang pertama yang menutupi Ka’bah setelah Rasulullah adalah Tabaa Al-Yamani, dan warna penutup Ka’bah banyak berubah, karena Nabi menutupi Ka’bah dengan pakaian putih, lalu merah sebelum Islam, lalu hijau, dan pakaian terakhir hitam, dan masih sampai sekarang.

Juga, pilar terakhir di Ka’bah, yaitu garis pualam coklat, garis yang dimulai dari Hajar Aswad untuk menandai awal dan akhir dari thawaf bagi para peziarah.

Ada Apa di Dalam Ka’bah?

Ada apa di dalam Ka’bah, tidak ada di dalam Ka’bah seperti yang dipikirkan semua orang, dan di dalam Ka’bah tidak ada makam Rasulullah.

Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, kecuali mantan Syekh Al-Azhar Ali. Jumaa mengatakan bahwa segala sesuatu yang berada langsung di bawah Ka’bah adalah kumpulan besar makam para nabi yang berada di dalam Ka’bah Al-Mushrifah.

Dari sisi kanan, terdapat tangga menuju atap Ka’bah. Dan ada tiang-tiang kayu kuat yang menopang atap Ka’bah di atasnya. Dan mereka ditempatkan ketika Abdullah bin Al-Zubayr membangun Ka’bah, dan keliling kolom mencapai upaya satu setengah meter untuk setiap kolom.

Diameter setiap kolom adalah 44 sentimeter, dan kolom ini diubah menjadi kolom yang lebih kuat yang terbuat dari kayu jati dari Burma.

baca juga ; Sejarah uang

Ada juga hadiah yang diberikan kepada Ka’bah berupa perkakas yang digantung di dalam Ka’bah. Begitu pula dengan lantai Ka’bah yang terdiri dari marmer mahal, berwarna putih, dan letaknya agak jauh dari dinding Ka’bah.

Huruf-hurufnya terbuat dari marmer hitam, tinggi marmer di setiap dinding adalah 4 meter. Sisa dinding ditutup dengan tirai hijau bersulam ayat-ayat Alquran.

Ada juga kotak berisi minyak wangi, amber dan air mawar yang digunakan untuk membersihkan Ka’bah. Dimana Ka’bah dibersihkan dengan kain yang dibasahi air Zamzam dan air mawar.

Sudut terpenting di dalam Ka’bah, karena menandakan tempat sujud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah lempengan hijau. Itu memisahkan Sudut Yaman dari Hajar Aswad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *